berikut ini yang bukan termasuk dalam jenis skala peta adalah

Petaskala sedang adalah peta yang punya skala antara 1: 250.000 sampai 1: 500.000. Peta ini sering digunakan pada peta propinsi. 4. Peta skala kecil atau geografis adalah peta yang punya skala diatas 1: 500.000. Peta ini digunakan untuk menggambarkan negara atau peta dunia. Untuk mengetahui teknik memperbesar dan memperkecil peta, silahkan Dalammerencanakan suatu kota, hendaknya kita harus memahami betul tentang apa sesungguhnya definisi atau batasan kota dan perencanaan kota itu sendiri. Hal ini penting karena perencanaan kota yang kita susun akan menjadi lebih tepat sasaran dan berhasil guna apabila kita telah memahami pengertian-pengertian dari terminologi-terminologi mendasar dalam merencanakan kota tersebut. Tidak Berikutini adalah beberapa contoh-contoh penelitian yang memanfaatkan data kuantitatif. Contoh data kuantitatif misalnya pada penelitian yang membahas tentang tinggi badan rata-rata pemain voli di Indonesia. Penelitian ini memanfaatkan data kuantitatif karena yang diteliti adalah tinggi badan, sebuah variabel yang dapat diukur. Tapiini termasuk jenis data statistik dari hasil skala pengukuran. Data/variabel ordinal adalah jenis data yang mengikuti urutan alami. Ini termasuk dalam bagian data kualitatif. Hal penting dari data nominal adalah perbedaan di antara nilai data tidak ditentukan. Variabel ini banyak ditemukan dalam survei, keuangan, ekonomi, kuesioner Caraterakhir yang harus kamu pahami dalam menyusun skala prioritas adalah kamu harus paham dengan kemampuan dirimu sendiri. Karena, kemampuan ini merupakan hal paling penting dalam penyusunan skala prioritas. Sebaik dan setepat apapun kita menentukan sebuah pilihan, jika tidak dibarengi dengan kemampuan yang memadai, akan terasa sia-sia. Quels Sont Les Sites De Rencontres Entièrement Gratuits. - Peta merupakan wujud lukisan dari permukaan bumi yang diperkecil menggunakan skala tertentu. Dengan adanya peta, penampakan permukaan bumi dari arah atas dapat digambarkan. Mengutip Modul 2 Geografi 2017, pengertian peta adalah gambaran fakta permukaan bumi, mulai dari sebagian sampai seluruhnya, hingga dapat disaksikan dari atas melalui bidang datar atau media apa pun yang didatarkan. Peta digambar dengan skala tertentu untuk menentukan ukurannya. Lalu, di dalamnya juga termuat simbol-simbol tertentu yang melambangkan penampakan bumi, misalnya sungai, danau, jalan, dan lain-lain. Selama ini, muncul banyak jenis peta. Berdasarkan jenisnya, macam-macam peta bisa dikelompokkan menjadi 4 kategori. Keempatnya adalah macam-macam peta berdasarkan skala, isi, bentuk, dan sumber datanya. Masing-masing dari jenis peta itu memiliki fungsi tertentu. Berdasarkan penjelasan dalam Modul Pembelajaran SMA Geografi 202010-12, berikut ini penjelasan mengenai macam-macam peta berdasarkan jenisnya yang diklasifikasikan menjadi 4 Macam-macam Peta Berdasarkan Isinya Ada 2 jenis peta berdasarkan isinya, yakni peta umum ikhtisar dan peta khusus tematik. Untuk peta umum, ada 2 macam pula, yakni peta topografi dan peta korografi. Berikut penjelasan mengenai 2 macam peta berdasarkan isinya Peta umum ialah peta yang melukiskan penampakan segala yang ada di permukaan bumi di satu wilayah. Peta khusus adalah peta yang menyajikan gambaran penampakan dengan fokus tertentu. Misalnya, gambar penampakan kepadatan penduduk di sebuah daerah. 2. Macam-Macam Peta Berdasarkan Skalanya Ada 5 jenis peta berdasarkan ukuran skalanya. Berikut ini jenis-jenis peta tersebut Peta Kadaster berskala 1100 – 1 untuk menggambar peta sertifikat pembuatan tanah Peta Skala Besar berskala 1 – 1 untuk menggambar wilayah sempit, seperti kabupaten Peta Skala Sedang berskala 1 – 1 untuk wilayah yang agak luas, misal provinsi Peta Skala Kecil berskala 1 – 1 untuk daerah yang cukup luas, misal negara Peta Skala Geografis berskala lebih dari 1 menggambar penampakan Asia atau dunia. 3. Macam-macam Peta Berdasarkan Bentuknya Ada tiga jenis peta berdasarkan bentuknya, yakni timbul, datar, dan digital. Berikut ini penjelasan mengenai ketiganya Peta Timbul menggambarkan permukaan bumi dengan wujud sebenarnya, misal peta relief Peta Datar peta yang dibuat pada sebuah bidang datar, mulai dari kertas, kain, dan lain-lain Peta Digital data peta ada di pita magnetik dan pengolahan serta penyajiannya melalui komputer 4. Macam-macam Peta Berdasarkan Sumber Datanya Di dalam klasifikasi berdasarkan sumber data, jenis peta dibagi menjadi dua macam, yakni peta induk basic map dan peta turunan derived map. Berikut ini penjelasannya masing-masing Pada peta induk adalah peta yang dihasilkan langsung dari data temuan di lapangan. Peta turunan adalah peta yang digambafr berdasar data dari peta lain yang sudah pernah dibuat. - Pendidikan Kontributor Yuda PrinadaPenulis Yuda PrinadaEditor Addi M Idhom Apakah Anda termasuk ke dalam golongan orang yang suka bepergian? Jika bepergian ke tempat yang baru dikunjungi, pasti kita memerlukan sebuah petunjuk bukan? petunjuk tersebut adalah peta. Ya, peta merupakan informasi mengenai suatu wilayah tertentu. Peta adalah gambaran permukaan bumi baca bentuk permukaan Bumi yang diletakkan dalam satu bidang datar. Peta mencakup wilayah tertentu dengan menyertakan berbagai detail informasi yang ada di jenis PetaPeta adalah informasi mengenai suatu wilayah tertentu. Peta yang kenampakannya sama saja antara satu dengan yang lainnya ini ternyata mempunyai jenis yang berbeda- beda. Peta dibutuhkan oleh banyak pihak untuk kepentingan masing- masing, maka masing- masing pihak pun juga membuat peta sesuai dengan kebutuhan masing- masing, sehingga melahirkan berbagai jenis peta. Beberapa jenis peta yang dibuat oleh manusia antara lain adalah sebagai berikutPeta umumPeta umum merupakan salah satu jenis peta jika dilihat dari isinya. Peta umum adalah peta yang menggambarkan permukaan planet Bumi secara umum. Peta umum ini memuat semua kenampakan yang terdapat di suatu daerah, baik kenampakan fisis atau alam contohnya sungai baca manfaat sungai, gunung, macam- macam laut, macam- macam danau dan lain sebagainya maupun kenampakan sosial budaya contohnya jalan raya, jalan kereta api, pemukiman kota dan lain sebagainya. Peta ini disebut sebagai peta umum karena bersifat umum dan dapat digunakan untuk berbagai macam kepentingan. Dalam membuat peta umum ini, unsur- unsur yang disajikan tidak hanya satu macam saja, namun berbagai unsur di muka bumi. Peta umum ini terdiri atas berbagai jenis, antara lain sebagai berikutPeta TopografiPeta topografi merupakan peta yang menggambarkan bentuk relief yakni tinggi rendahnya permukaan Bumi. Dalam pembuatan peta topografi, digunakan garis kontur atau contur line. Garis kontur ini merupakan garis khayal yang menghubungkan tempat- tempat yang mempunyai ketinggian yang Cartography kartografiPeta Kartografi merupakan peta yang menggambarkan sebagain permukaan Bumi. Misalnya adalah peta yang hanya menggambarkan benua di dunia atau setengah dari bola ChorografiPeta Chorografi merupakan peta yang menggambarkan seluruh ataupun sebagian permukaan bumi dengan skala yang lebih kecil, yakni antara 1 sampai 1 negaraPeta negara merupakan peta yang menggambarkan kenampakan sebuah negara secara keseluruhan. Contohnya adalah peta Indonesia, peta Malaysia, dan lain duniaAda peta negara, ada pula peta dunia. Peta dunia merupakan peta yang menggambarkan seluruh bagian permukaan bola bumi. Peta dunia ini mencakup semua wilayah yang ada di itulah beberapa jenis dari peta umum yang dibuat oleh manusia. selain peta umum, ada pula peta Khusus atau TematikPeta umum atau tematik merupakan peta yang hanya menampilkan sebagian permukaan Bumi yang ingin ditampilkan. Maka dari itulah peta ini disebut dengan peta khusus atau peta tematik. Peta tematik ini juga hanya menampilkan tampilan tertentu yang disesuaikan dengan tema, misalnya kenampakan- kenampakan alam tertentu, baik kondisi fisik maupun sosial budaya. Seperti halnya peta umum, peta khusus juga mempunyai beberapa jenis tertentu. Beberapa jenis dari peta khusus atau tematik ini antara lain sebagai berikutPeta curah hujan isohyetPeta curah hujan atau isohyet merupakan peta yang menggambarkan banyaknya curah hujan yang sama di suatu kepadatan pendudukPeta kepadatan penduduk merupakan peta yang menggambarkan perbandingan jumlah penduduk di suatu wilayah dengan luas penyebaran hasil tambangPeta hasil pertanianPeta geologi, dllNah, itulah beberapa jenis peta khusus. Jenis peta khusus ini banyak sekali sesuai dengan kebutuhan pihak yang memerlukan. Peta khusus ini biasanya dibuat langsung oleh pihak- pihak yang jenis peta ada banyak sekali. Yang kita jelaskan di atas merupakan jenis peta jika diihat dari isinya saja. Selain dilihat dari isinya, peta juga dilihat dari berbagai mecam kategori, seperti dari skala, dari penyajian data, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui lebih jelas, baca jenis peta dan Peta Komponen peta ada banyak sekali. Unsur- unsur pada peta ini merupakan bagian- bagian yang menyusun sebuah peta. Beberapa unsur peta tersebut antara lain sebagai berikutJudul PetaJudul merupakan kata yang melambangkan isi. Baik di dalam artikel maupun berita, seseorang akan membaca judul terlebih dahulu. Demikian halnya dengan peta. Judul peta memuat isi peta. Judul peta juga menginformasikan isi pada peta. Sebelum membaca peta, biasanya seseorang akan membaca judulnya terlebih dahulu. Ada dua peletakan judul peta. Yang pertama ada di tengah atas peta, atau di bagian bawah pada TepiGaris tepi juga dinamakan dengan border. Garis tepi atau border merupakan garis- garis yang terletak di bagian tepi peta. Ujung- ujung tiap garis bertemu dengan ujung garis yang berdekatan. Garis tepi atau border ini biasanya dibuat tebal dan juga rangkap PetaSkala peta, pasti kita tidak asing lagi dengan yang satu ini. Skala peta merupakan sebuah bagian dari peta yang menunjukkan sebuah ukuran perbandingan. Skala peta adalah perbandingan jarak antara yang tercantum di peta dengan jarak yang sebenarnya. Mengapa dibutuhkan skala peta? Karena semua jenis peta yang ada pada dasarnya adalah hasil pengecilan dari sebuah wilayah yang ada di permukaan Bumi. Bedanya, bumi yang bulat dilukiskan dalam bidang datar. Proses pengecilan ini tentu saja akan menghasilkan perbandingan antara kenyataan bentuk yang ada di muka bumi dengan gambar yang dihasilkan. Nah, angka tersebut lah yang disebut dengan istilah kita ketahui bersama bahwa skala merupakan faktor yang sangat penting di dalam sebuah peta. Melalui pengamatan skala, kita dapat membayangkan luas wilayah maupun jarak antara dua tempat yang sesungguhnya di permukaan Bumi. Dalam penulisan skala peta ada beberapa macam. Macam- macam penulisan skala peta ini antara lain sebagai berikutSkala Pecahan atau skala numerikSkala pecahan atau skala numerik merupakan skala peta yang dinyatakan dalam bentuk pecahan atau angka perbandingan. Contohnya adalah skala peta 1 Skala yang semacam ini dapat diinterpretasikan atau diterjemahkan dengan 1 cm pada peta mewakili cm pada jarak yang sesungguhnya atau jarak di lapangan cm adalah 0,2 ala merupakan faktor yang sangat penting di dalam sebuah peta. melalui mi dengan gambar yang dihasiskala garis atau skala Grafisskala garis atau skala grafis merupakan skala yang dinyatakan dalam bentuk sebuah ruas garis bilangan atau batang pengukur. Skala garis ini merupakan skala yang lebih jarang digunakan daripada skala numerik atau kata atau skala verbalJenis skala yang ketiga adalah skala kata atau yang disebut juga dengan skala verbal. Skala kata atau skala verbal ini merupakan skala yang dinyatakan dalam bentuk kalimat lengkap. Contoh dari skala verbal atau skala kata ini adalah 1 sentimeter pada peta berbanding dengan 500 meter di muka bumi. Apabila kita telaah lebih jauh, maka skala kata atau skala verbal ini merupakan interpretasi skala numerik atau angka yang kita jelaskan tadi. Dibandingkan dengan skala pecahan atau numerik, skala verbal atau kata ini lebih jarang atau Arah Mata AnginYang selalu ada pada peta dan tidak boleh dilupakan, meskipun kita sudah hafal adalah orientasi atau arah mata angin. Arah mata angin akan mempertegas keyakinan kita akan arah sehingga kita akan semakin mudah untuk memahami arah dalam membaca peta. Gambar arah mata angin dalam peta ada berbagai macam bentuk. Ada yang digambar lengkap dengan 8 sudut atau anak panah, ada pula yang hanya empat anak panah atau empat arah pokok timur, selatan, barat, dan utara, bahkan ada yang hanya satu arah saja, yakni arah utara. Apapun bentuk dari mata angin tersebut, semuanya sangat membantu pembaca untuk dapat memahami lebih jelas mengenai isi dari AstronomisDalam peta, kita pasti melihat ada garis- garis yang melintang dan juga membujur di atas pulau- pulau atau wilayah yang ada di peta. Garis- garis tipis yang melintang dan membujur tersebut dinamakan sebagai garis astronomis. Garis astronomis merupakan garis khayal yang dibuat dan digunakan dalam rangka mempermudaj menentukan posisi suatu tempat di muka bumi. Garis astronomis ini dinyatakan dalam bentuk garis lintang dan juga. Garis lintang atau latitude merupakan garis khayal yang melingkari Bumi dengan arah horizontal. Sementara garis bujur atau longitude atau garis meridian adalah garis khayal yang melingkari Bumi secara vertikal yang membujur dan menghubungkan kutub utara dengan kutub selatan. Garis- garis astronomis ini meski merupakan garis khayal, namun mempunyai fungsi yang sangat lintang mempunyai fungsi banyak sekali, terutama untuk menentukan daerah musim. Sementara garis bujur sangat berfungsi untuk menentukan letak daerah waktu atau sebagai penentu waktu di suatu daerah atau atau Tata PenulisanLettering atau tata penulisan merupakan salah satu bagian dari peta. Tidak hanya peta, bahkan di berbagai objek bergambar, keberadaan tulisan memanglah sangat penting. Tata penulisan pada peta ini mempunyai aturan tersendiri yang membedakan objek- objek geografi yang ditampilkan pada peta. Dalam pembuatan peta, ada empat tata penulisan yang harus diperhatikan. Keempat tata penulisan tersebut antara lain sebagai berikutNama- nama ibu kota, negara, benua dan pegunungan harus ditulis dengan huruf kapital nama samudera, teluk yang luas, laut dan juga selat yang luas harus ditulis dengan huruf kapital nama kota kecil dan gunung harus ditulis dengan huruf kecil tegak. Awal nama kota dan gunung harus ditulis dengan huruf nama sungai, danau, selat yang sempit, dan teluk yang sempit harus ditulis dengan huruf kecil itulah keempat aturan penulisan atau tata tulis dalam membuat peta. Atura- aturan tersebut harus diperhatikan dan juga diindahkan supaya menghasilkan sebuah peta yang berkualitas serta nyaman dan mudah untuk dibaca dan unsur dari peta yang lainnya yang juga perlu untuk diperhatikan adalah warna. Warna tidak hanya bergfungsi untuk mempercantik tampilan saja. Namun pada peta, warna juga mempunyai peranan yang sangat penting. Hal ini karena warna warna menyimpan berbagai macam informasi yang berkaitan dengan permukaan lokasi yang digambarkan pada peta. Warna- warna yang ada di dalam peta tersebut antara lain sebagai berikutWarna hitamDi dalam peta, warna hitam merupakan warna yang digunakan untuk menunjukkan batas administrasi, lettering maupun detail mengenai penghunian. Jadi warna hitam ini merupakan warna yang menunjukkan sebuah biruKemudian ada warna biru. Warna biru di dalam peta digunakan untuk menunjukkan tubuh air, seperti sungai, danau, waduk, maupu laut. Sementara itu di peta kita seringkali mendapati warna biru dengan berbagai macam degradasi. Nah degradasi warna biru tersebut menunjukkan tingkat kedalaman dari tubuh air tersebut. Warna biru yang semakin tua menunjukkan kedalaman yang lebih. Jadi antara perairan yang mempunyai warna biru tua dengan perairan yang warnanya biru muda, lebih dalam yang berwarna biru hijauSelanjutnya adalah warna hijau. Biasanya warna hijau adalah warna yang menunjukkan tumbuhan. Dan benar saja, di dalam peta, warna hijau ini berhubungan dengan tumbuh- tumbuhan. Lebih tepatnya, warna hijau di peta menunjukkan dataran rendah, vegetasi atau tumbuhan serta hutan baca hutan lindung.Warna merahDi dalam pembuatan peta, kita juga menggunakan warna merah. Warna merah di dalam peta menunjukkan keberadaan jalan raya, atau untuk menunjukkan letak kota ataupun ibu coklatskala ssDan yang terakhir adalah warna coklat. Di dalam pembuatan peta kita juga menggunakan warna coklat. Warna coklat di dalam peta ini digunakan untuk menunjukkan daerah yang mempunyai kemiringan lereng yang sangat besar atau sangat curam. Sebagai contoh adalah dataran tinggi atau daerah itulah beberapa warna yang dipakai di dalam pembuatan peta. Warna- warna tersebut seringkali kita temukan di setipa wilayah pada peta. Warna- warna tersebut ternyata tidak sembarangan dipilih, namun mempunyai artinya masing- adanya warna, kemudian yang ada di dalam peta ainnya adalah simbol. Simbol merupakan tanda konvensional yang terdapat di dalam peta untuk mewakili keadaan sebenarnya ada di lapangan atau kenyataannya. Dalam pembuatan peta, pemberian atau pembuatan simbol tidak boleh sembarangan. Setidaknya ada beberapa syarat untuk dapat membuat simbol yang baik, beberapa syarat tersebut antara lain sebagai berikutKecilSimbol pada peta haruslah dibuat kecil. Hal ini bertujuan agar simbol tidak terlalu memerlukan ruang pada peta, sehingga tidak akan memakan tempat dan membuat peta menjadi terlihat pada peta juga harus dibuat sederhana, hal ini bertujuan agar simbol tersebut mudah untuk adalah dataran tinggi atau daerah a uk menunjukkan letak kota atau Allah lebih dalam yang berwarna biSifat yang paling penting yang dimiliki oleh simbol adalah, simbol harus jelas. Hal ini bertujuan agar tidak menimbulkan salah tafsir atau salah arti oleh itulah beberapa syarat penulisan simbol pada peta. Syarat- syarat tersebut haruslah dimiliki simbol peta supaya bisa menjadi simbol yang dinamis dan mudah dimengerti semua pambaca. Di dalam peta, ada beberapa jenis simbol. Jenis- jenis simbol yang ada di peta mempunyai fungsinya masing- masing. Beberapa jenis simbol pada peta antara lain sebagai berikutSimbol titik atau simbol dotJenis simbol yang pertama adalah simbol titik atau simbol dot. Simbol titik atau simbol dot merupakan simbol yang digunakan untuk menyatakan posisi atau lokasi suatu tempat. Simbol titik atau simbol dot ini dapat berupa simbol pictorial atau gambar maupun simbol garisJenis simbol yang kedua adalah simbol garis. Simbol garis merupakan simbol yang digunakan untuk menggambarkan batas- batas administrasi, jalan, maupun sungai. Simbol ini dapat berupa garis bersambung maupun putus- putus, dan juga garis tipis maupun tebal. Biasanya, simbol garis ini digunakan untuk menyatakan batas- batas wilayah, maupun luasJenis simbol yang ketiga adalah simbol luas. Simbol luas ini merupakan simbol yang digunakan untuk menyatakan tempat- tempat dengan luas dalam peta, pasti kita bertemu dengan legenda. Di peta, biasanya legenda ini biasanya dituliskan dalam kotakan di sebelah pojok. Legenda juga disebut dengan keterangan. Yang sebenarnya, peta merupakan sebuah informasi mengenai suatu tempat yang ditulis sederhana dengan berbagai bentuk simbol. Maka untuk membacanya diperlukan keterangan. Nah, keterangan- keterangan mengenai peta dan apa saja yang ada di dalamnya inilah yang disebut dengan legenda. Legenda ini pada umumnya ditulis ringkas di dalam sebuah kotak yang diletakkan di pojok bawa. Namun tidak semua peta meletakkan legenda di pojok bawah. Legenda juga bisa diletakkan di tempat- tempat lain yang sekiranya tidak mengganggu kenampakan peta sehingga membuat peta tersebut tetap terlihat dan Tahun Pembuatan PetaDalam membuat peta, hal wajib yang harus dicantumkan adalah sumber dan tahun pembuatan peta. Sumber dan tahun pembuatan peta merupakan komponen yang sangat penting dalam pembuatan peta. Maka dari itulah, sangat penting bagi kita untuk memperhatikan sumber serta tahun pembuatan peta apabila ingin mendapatkan peta yang terpercaya. Mengapa hal tersebut harus dilakukan? Karena sumber serta tahun pembuatan peta ini menunjukkan data- data yang digunakan dalam pemetaan, sehingga akan memberikan kepastian informasi yang disajikan adalah informasi yang pembuatan peta menunjukkan kapan peta tersebut di buat. Jika kita membutuhkan peta untuk kegiatan tertentu, maka pilihlah peta dengan tahun pembuatan yang paling baru. Hal ini karena peta yang paling baru tersebut akan menyajikan berbagai informasi yang up to date, sehingga sesuai dengan keadaan PetaKomponen dari peta yang selanjutnya adalah inset peta. Inset peta merupakan komponen pada peta yang digunakan untuk memperjelas posisi suatu wilayah yang ada di peta. Inset peta ini terdiri atas dua jenis, yakni inset lokasi dan juga inset pembesaran. Keterangan lebih lanjut mengenai inset lokasi dan inset pembesaran adalah sebagai berikutInset lokasiInset lokasi pda peta digunakan untuk memberikan gambaran secara global wilayah di sekitar daerah yang dipetakan. Sebagai contoh adalah peta Provinsi Riau memerlukan inset peta sumatera atau inset peta. inset jikan berbagai informasi yang up to date, sehingga sesuai dengan keadaan seapembesaranInset pembesaran merupakan inset yang digunakan untuk menggambarkan wilayah yang itulah yang dinamakan dengan inset peta beserta dengan pengertian serta jenis- jenis dari peta tersebut, disertai dengan contoh dari masing- masing inset informasi mengenai komponen- komponen yang ada di dalam peta beserta dengan penjelasannya. Dari informasi yang kita dapatkan, kita memetik hasil bahwa komponen pada peta ini saling meberikan inforrmasi yang berkaitan antara satu dengan yang lainnya, sehingga kita menjadi lebih jelas dalam memahami isi peta tersebut. Kita menggunakan peta untuk berbagai tujuan, salah satunya adalah untuk menentukan arah. Saat ini, kita sudah menggunakan peta dalam bentuk digital, yaitu berupa aplikasi. Teknologi GPS pun membantu kita menentukan posisi dalam peta sebelum mengarahkan kita ke tempat tujuan. Tapi, tahukah kamu kalau ternyata terdapat beberapa jenis peta? Sebelumnya, kita pelajari dulu apa itu peta. Peta merupakan representasi simbolis bumi atau bagiannya yang kemudian digambar di permukaan datar. Kata peta map sendiri berasal dari kata mappa yang dalam bahasa Latin berarti kain. Hal tersebut karena dulu, peta digambar di atas kulit atau kain. Definisi Peta Peta juga didefinisikan sebagai gambaran permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dari ukuran aslinya. Isi peta mewakili beberapa area dan berisi rincian informasi geografis. Perbandingan antara jarak yang diukur pada peta dan jarak yang sesuai dengan di bumi disebut dengan skala. Skala merupakan elemen penting dari peta dan menetapkan batas informasi dan tingkat realitas. Baca juga Pengertian dan Komponen Sistem Informasi Geografis Saat ini, sudah banyak dibuat bermacam-macam jenis peta. Tapi, itu semua dapat kita sempitkan lagi, salah satunya adalah berdasarkan skala. Jenis peta berdasarkan skala dibagi menjadi lima, yaitu peta kadaster, peta skala besar, peta skala sedang, peta skala kecil, dan peta skala geografis. 1. Peta Kadaster Peta kadaster adalah jenis peta yang memiliki skala antara 1 100 hingga 1 Biasanya, peta ini digunakan untuk menggambarkan luas tanah maupun sertifikat tanah. 2. Peta Skala Besar Jenis peta ini adalah peta yang memiliki skala antara 1 hingga 1 Peta ini digunakan untuk menggambarkan daerah yang sempit, misalnya peta kelurahan, peta desa, peta kecamatan, dan peta kota. 3. Peta Skala Sedang Peta skala sedang memiliki skala antara 1 sampai dengan 1 Cakupan wilayah yang digambar dalam peta ini termasuk provinsi, pulau, dan sebagainya. 4. Peta Skala Kecil Peta jenis ini memiliki skala antara 1 sampai dengan 1 Daerah yang digambar pun cukup luas, misalnya satu negara. 5. Peta Skala Geografis Jenis peta yang terakhir ini memiliki skala yang lebih kecil dari 1 Karena skalanya yang kecil, wilayah yang termasuk ke dalam peta pun lebih luas. Peta yang memiliki skala sekecil ini biasanya adalah peta benua dan peta dunia. Please follow and like us Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. Related TopicsDefinisi PetaGeografiGPSJenis PetaKelas 10Penunjuk ArahPeta - Peta merupakan salah satu bentuk implementasi geografi yang paling tua. Hingga sekarang, peta menjadi pengejawantahan salah satu prinsip ilmu geografi, yakni deskripsi. Kata 'peta' atau 'map' dalam bahasa Inggris berakar pada bahasa Yunani kuno, yaitu 'mappa' yang makna harfiahnya adalah taplak meja. Penggunaan kata 'mappa' pada era Yunani kuno tersebut dilatarbelakangi oleh kebiasaan penggambaran peta di kain yang menyerupai taplak. Istilah lain yang berkaitan dengan peta adalah kartografi. Berakar pula dari bahasa Yunani kuno, kata terakhir merupakan gabungan dari karto/carto permukaan dan grafi gambaran/bentuk. Dari segi bahasa, kartografi berarti gambaran tentang permukaan, dan ia digunakan sebagai istilah lain untuk ilmu membuat peta. Sementara dalam kajian geografi, pengertian peta adalah gambaran konvensional dari permukaan bumi yang diperkecil sesuai dengan ketampakannya dari atas. Peta juga bisa didefinisikan sebagai gambaran atau representasi unsur-unsur kenampakan abstrak yang berkaitan dengan permukaan bumi dan digambarkan di bidang merujuk definisi dari Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Bakorsurtanal, peta adalah wahana untuk penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, yang menjadi sumber informasi dalam kegiatan perencanaan dan pengambilan keputusan di tahapan dan tingkatan pembangunan. Pengertian peta yang lainnya bisa merujuk pada definisi dari International Cartography Association ICA. Mengutip publikasi resmi UNY bertajuk Kartografi Dasar 2010, ICA merumuskan bahwa definisi peta adalah gambaran konvensional yang dibuat dengan menggambarkan elemen-elemen di permukaan bumi dan gejala yang berhubungan dengannya. Merujuk definisi-definisi di atas, dapat dipahami bahwa peta pada dasarnya memuat serangkaian informasi yang kompleks terkait dengan permukaan bumi dan hal itu disampaikan melalui bentuk gambar. Supaya gambar dalam peta dipahami oleh khalayak umum, maka perlu ada bahasa atau simbol yang sama-sama dimengerti maksudnya oleh pembuat maupun pembaca peta. Itulah kenapa, dalam peta terdapat 9 unsur yang menggambarkan bagaimana informasi mengenai permukaan bumi digambarkan. Salah satu contoh unsur peta yang paling dikenal ialah skala. Untuk memahami bagaimana penggunaan peta, perlu diketahui pula setidaknya ada 8 fungsi peta, yakni Memberi informasi tentang posisi atau lokasi relatif suatu tempat di permukaan bumi. Memberi informasi tentang ukuran, luas daerah, dan jarak di permukaan bumi. Memberi informasi tentang bentuk-bentuk di permukaan bumi, seperti bentuk benua, negara, gunung dan lainnya. Menyajikan data tentang potensi suatu daerah. Mengomunikasikan informasi yang terkait dengan keruangan. Menyimpan informasi keruangan. Membantu sejumlah pekerjaan teknis, seperti konstruksi jalan, navigasi, atau perencanaan. Membantu pembuatan desain terkait keruangan, seperti desain jalan dan bahan analisis spasial. Mengetahui berbagai jenis peta juga penting untuk memahami lebih jauh bagaimana produk ilmu geografi ini digunakan dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan keruangan. Selama ini, ada banyak jenis peta yang terbagi dalam sejumlah kategori. Jenis-jenis Peta dan Contohnya Jenis-jenis peta bisa dibagi setidaknya jadi 4 kategori. Keempatnya adalah jenis peta berdasarkan skala, isi, bentuk dan sumber datanya. Menukil salah satu bab dalam Modul Geografi terbitan Kemdikbud 2020 serta sejumlah sumber lainnya, berikut ini jenis-jenis peta beserta penjelasan dan contohnya. 1. Jenis-jenis peta berdasarkan isinyaBerdasarkan isinya, jenis peta bisa dibedakan dalam 2 kelompok, yakni peta umum dan peta khusus. Masing-masing dari jenis tersebut nantinya juga bisa dibagi dalam beberapa macam lagi. Pertama, peta umum, atau disebut juga peta ikhtisar, yakni peta yang menggambarkan segala hal di suatu wilayah, seperti sungai, danau, jalan dan lain sebagainya. Peta umum ini masih dibagi lagi jenisnya menjadi peta topografi dan peta chorografi. Peta topografi merupakan peta yang menggambarkan bentuk permukaan bumi. Peta topografi juga masih digolongkan menjadi tiga jenis, yakni Peta planimetrik peta yang menyajikan beberapa jenis unsur permukaan bumi tanpa penyajian informasi ketinggian. Peta kadaster peta yang menyajikan data mengenai kepemilikan tanah, ukuran, dan bentuk lahan serta beberapa informasi lainnya. Peta bathimetrik peta yang menyajikan informasi kedalaman dan bentuk dasar laut. Topografi merujuk pada semua kenampakan permukaan bumi yang dapat diidentifikasi, baik dari sifat alamiahnya seperti aliran sungai maupun sifat dari buatan manusia yang mendapat posisi khusus semisal jalan dan permukiman. Peta topografi biasa berskala besar, yaitu 1 atau 1 itu, menukil salah satu publikasi Kementerian PUPR, peta topografi memuat 2 unsur utama. Keduanya adalah ukuran relief yang didasarkan pada variasi dalam ketinggian, dan ukuran posisi planimetrik suatu obyek atau kenampakannya di permukaan topografis. Contoh peta topografi bisa dilihat dalam publikasi BMKG mengenai analisis banjir di Kalimantan Utara yang dapat dilihat via link ini. Contoh lainnya adalah Peta Rupa Bumi Indonesia RBI yang bisa dicek melalui tautan selanjutnya dari peta umum adalah peta chorografi. Pengertian peta chorografi adalah peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian kenampakan dari permukaan bumi. Peta chorografi umumnya berskala sedang hingga kecil, antara 1 hingga di atas 1 Contoh peta chorografi adalah atlas dunia. 2. Jenis-jenis peta berdasarkan skalanyaBerdasarkan skalanya, peta bisa dibedakan menjadi empat jenis. Keempatnya adalah berikut ini Peta kadaster, berskala 1100 – 15000. Contohnya peta yang dipakai untuk membuat peta dalam sertifikat pembuatan tanah. Peta skala besar berskala 1 – 1 Contohnya peta yang dipakai untuk menggambarkan wilayah yang relatif sempit, seperti peta kabupaten. Peta skala sedang berskala 1 – 1 Contohnya peta yang digunakan untuk menggambarkan wilayah yang agak luas, seperti peta provinsi. Peta skala kecil berskala 1 – 1 Contoh peta yang biasanya digunakan untuk menggambarkan daerah yang cukup luas, seperti peta negara Indonesia. Peta skala geografis berskala lebih besar dari 1 Contohnya peta dunia. 3. Jenis-jenis peta berdasarkan bentuknyaDari segi bentuknya, peta bisa dibagi menjadi jenis. Ketiganya adalah peta timbul, peta datar, dan peta digital. Penjelasannya mengenai 3 jenis peta berdasarkan bentuknya itu adalah berikut ini Peta timbul peta jenis timbul menggambarkan bentuk di permukaan bumi yang sebenarnya. Contohnya adalah peta relief. Peta datar peta biasa peta ini dibuat di atas bidang datar. Contoh peta di kertas, peta di kain, dan peta di kanvas. Peta digital peta yang datanya terdapat tersimpan di suatu pita magnetik. Pengolahan dan penyajian data peta digital ini menggunakan teknologi komputer. Karena itu, peta digital dapat ditayangkan melalui monitor komputer maupun layar televisi. Contohnya adalah google maps. 4. Jenis-jenis peta berdasarkan sumber datanyaApabila dilihat dari sisi sumber datanya, peta bisa dikategorisasikan menjadi 2 jenis. Kedua jenis tersebut adalah peta induk dan peta turunan. Penjelasannya bisa dicermati di bawah Peta Induk atau Basic Map. Peta induk merupakan peta yang dihasilkan dari kegiatan survei langsung di lapangan. Peta induk bisa dipakai sebagai dasar untuk pembuatan peta topografi, sehingga dapat dikatakan pula sebagai peta dasar basic map. Peta ini dapat menjadi acuan dalam pembuatan peta-peta Peta Turunan atau Derived Map. Peta turunan dibuat berdasarkan acuan peta yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan survei langsung ke lapangan. Peta turunan tidak bisa digunakan sebagai peta dasar. - Pendidikan Penulis Addi M IdhomEditor Iswara N Raditya Saat membaca peta, pastinya kamu akan melihat adanya skala peta yang biasanya ada di ujung bawah atau atas. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan skala peta? Skala peta merupakan perbandingan antara ukuran di peta dengan ukuran yang sebenarnya di Bumi. Agar kamu lebih paham mengenai materi skala peta, kamu bisa simak artikel ini yang akan membahas tentang cara menghitung skala peta dan rumusnya, lengkap dengan penjelasan tentang pengertian, jenis, fungsi, hingga contoh soal skala peta. Pengertian Skala Peta Sebelum masuk ke dalam pengertian skala peta, terlebih dahulu kita akan membahas tentang peta. Mungkin kamu sudah tidak asing dengan gambaran permukaan bumi, baik secara keseluruhan atau sebagian. Saat ini, peta tidak hanya bisa dinikmati dalam bentuk cetak, tetapi bisa dalam bentuk digital, yang paling populer adalah lewat Google Maps. Sementara itu, mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, skala peta adalah perbandingan antara jarak di dalam peta dengan jarak sebenarnya. Sehingga, bisa diketahui bahwa skala peta ditulis dengan ukuran perbandingan dari jarak sebenarnya di Bumi yang diperkecil sesuai dengan skala yang ditulis pada peta tersebut. Maka dari itu, saat menggambar peta, tidak boleh asal-asalan. Kamu harus menggambar peta sesuai dengan jarak sebenarnya di Bumi yang diatur dengan skala tersebut. Jenis-jenis Skala Peta Ternyata, skala peta bisa ditulis dalam berbagai bentuk. Di bawah ini adalah jenis-jenis skala peta 1. Skala angka atau numerik Sesuai dengan namanya, skala angka atau numerik ditulis dengan angka. Ini adalah jenis skala peta yang paling sering ditemui. 2. Skala garis atau grafis Selanjutnya adalah skala garis atau grafis. Skala ini ditulis menggunakan garis lurus yang nantinya dibagi per ruasnya. Sementara itu, tiap ruas yang digambar di skala garis tersebut terdapat ukuran dari jarak sebenarnya di Bumi, ada juga yang disematkan ukuran per ruasnya. 3. Skala verbal Jenis skala peta yang terakhir adalah skala verbal yang ditulis menggunakan kalimat. Biasanya yang menggunakan skala verbal adalah peta dalam Bahasa Inggris, sehingga biasa disebut dengan “Inch Mile Scale”. Skala peta Indonesia jarang yang menggunakan jenis skala verbal, lebih sering ditemukan dengan skala angka dan garis. Rumus skala peta Menulis skala peta ternyata ada aturannya. Di bawah ini adalah rumus yang bisa kamu gunakan untuk menulis skala peta Skala = Jarak pada peta Jarak sebenarnya di Bumi Sementara itu, ketika kamu ingin melihat rumus sebenarnya di permukaan Bumi dari peta yang kamu lihat, maka gunakan rumus berikut. Jarak sebenarnya di Bumi = Jarak pada peta Skala Selanjutnya, saat menggambar, gunakan rumus skala gambar peta di bawah. Jarak pada peta = Skala x Jarak sebenarnya di bumi Dari ketiga rumus di atas, kamu bisa gunakan sesuai dengan kebutuhan. Fungsi skala peta Fungsi skala peta adalah untuk memproyeksikan ukuran sebenarnya di Bumi dan ukuran di peta, atau sebaliknya. Penulisan angka pada skala peta dipilih dengan angka-angka yang mudah diproyeksikan atau dihitung, misalnya 100, 500, atau Tujuannya agar memudahkan pembaca memproyeksikan. Contoh skala peta Sebagai gambaran tentang skala peta, di bawah ini ada beberapa contoh skala peta berdasarkan jenisnya. 1. Skala angka Contoh skala angka sangat mudah ditemui di peta yang beredar di Indonesia. Misalnya, skala peta kadaster adalah 1 100, artinya adalah setiap 1 cm pada peta sama dengan 100 cm jarak sebenarnya di Bumi. Contoh lain, diketahui skala geografis peta adalah 1 artinya 1 cm pada peta tersebut sama dengan cm atau 10 km jarak sebenarnya di Bumi. 2. Skala garis Contoh skala garis bisa kamu lihat pada gambar skala peta di bawah ini. Sama seperti ciri-ciri skala garis yang dijelaskan di atas, skala garis digambar dengan ruas-ruas dan tiap ruasnya dilengkapi dengan ukuran sebenarnya di Bumi. Pada contoh gambar di atas, maksud dari skalanya adalah tiap 1 cm di peta sama dengan 1 km di Bumi. 3. Skala verbal Skala verbal biasa ditemukan di peta berbahasa Inggris. Misalnya, 1 inch to 5 miles yang artinya jarak 1 inci di peta menggambarkan jarak 5 mil di permukaan Bumi yang sebenarnya. Cara membaca skala peta Di bawah ini adalah beberapa contoh cara membaca skala peta berdasarkan jenisnya. Cara membaca skala angka Setelah membaca materi di atas, pastinya kamu tahu sudah tahu bagaimana cara membaca skala peta. Misalnya, diberikan skala peta Kalimantan 1 artinya 1 cm pada peta sama dengan 10 juta cm atau 100 km jarak sesungguhnya. Apabila jarak antara dua Kota pada peta tersebut adalah 2 cm, maka jarak sesungguhnya di Bumi 200 km. Cara membaca skala garis Kemudian, ketika kamu menggunakan skala garis, sebenarnya cara membacanya cukup mudah. Seperti pada contoh di atas, kamu hanya perlu membandingkan angka yang tertulis dengan ukuran ruasnya biasanya 1 ruas adalah 1 cm. Misalnya, pada contoh di skala garis di atas artinya 1 cm pada peta sama dengan 1 km jarak sesungguhnya di Bumi. Atau bisa juga dengan 3 cm di peta sama dengan 3 km di Bumi. Cara membaca skala verbal Skala verbal biasa menggunakan satuan mil dan inci. Hal tersebut karena skala verbal biasa dipakai masyarakat Inggris dan sekitarnya yang lebih familiar dengan satuan tersebut. Misalnya, skala peta dunia menunjukkan 1 inch to 10 miles. Artinya, 1 inci di peta menunjukkan 10 mil jarak sebenarnya di Bumi. Apabila dikonversikan pada satuan cm menjadi 2,54 cm di peta sama dengan cm atau 1,6 km jarak sebenarnya di Bumi. Cara menghitung skala peta Bagaimana cara menghitung skala peta? Kamu bisa gunakan rumus-rumus yang sudah dibagikan di atas sesuai dengan kebutuhan, apakah ingin menentukan ukuran skala peta, mengukur jarak sebenarnya, atau mencari jarak di peta. Untuk lebih detailnya, kamu bisa simak beberapa contoh soal yang akan dibahas di bawah ini. Contoh soal skala peta Berikut ini beberapa contoh soal menghitung skala peta yang bisa menambah pemahamanmu mengenai materi ini. Contoh soal 1 Jarak antara kota A dan B pada sebuah peta adalah 5 cm. Sementara, jarak sebenarnya antara dua kota tersebut diketahui 10 km. Berapa skala yang harus ditulis pada peta? Jawab Skala = Jarak pada peta Jarak sebenarnya di Bumi = 5 cm 10 km x = 5 cm cm = 1 Jadi, skala pada peta bisa ditulis dengan 1 Contoh soal 2 Kamu diminta untuk menggambar peta Indonesia di atas kertas A4. Berapa skala peta Indonesia di kertas A4? Jawab Diketahui ukuran panjang kertas A4 adalah 29,7 cm. Sementara, panjang wilayah Indonesia adalah sekitar 510 km atau cm. Kamu bisa membuat gambar wilayah Indonesia dengan ukuran panjang 25 cm di peta, sehingga bisa ditulis skalanya adalah Skala = Jarak pada peta Jarak sebenarnya di Bumi = 25 cm = 1 Jadi, skala pada peta bisa ditulis dengan 1 Contoh soal 3 Selain menghitung jarak, skala peta juga bisa digunakan untuk menghitung ketinggian, yang disebut dengan skala peta kontur atau skala peta topografi. Misalnya terdapat peta topografi dengan kontur interval selisih ketinggian antara dua garis kontur adalah 50 meter. Untuk menentukan skala peta kontur, kamu bisa gunakan rumus berikut Kontur Interval CI = 1/2000 x penyebut skala 50 = 1/2000 x penyebut skala penyebut skala = Jadi, skala peta kontur tersebut adalah 1 Sekian penjelasan mengenai materi skala peta. Apabila kamu membutuhkan pemahaman lebih dalam, kamu bisa bergabung dengan Bimbel Online Quipper Video. Di sana, kamu bisa mendapatkan akses berbagai materi pelajaran sekolah yang dijelaskan oleh Super Teacher. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan soal-soal latihan lengkap dengan pembahasannya yang bisa dipakai untuk ukur kemampuanmu. Tunggu apa lagi? Langsung gabung Bumbel Online Quipper Video sekarang juga!

berikut ini yang bukan termasuk dalam jenis skala peta adalah